Jadi Ciri Khas Kabupaten Purworejo, [DOLALAK Tak Lekang oleh Zaman]
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin canggihnya teknologi, tarian Dolalak lebih serings dimainkan dengan diringi alat musik modern, seperti keyboard. Dari segi lagu-lagu yang dimainkan pun lebih bervariasi dan beragam.
Pada awalnya tarian Dolalak dilakukan oleh laki-laki yang berseragam hitam dan bercelana pendek. Seragam ini menirukan seragam tentara belanda pada zaman dahulu. Seiring waktu, munculah generasi-generasi penari putri dengan disertai modifikasi-modifikasi seragam. Dan sekarang, keberadaan penari putra amat jarang.
Seperti yang dilangsir oleh detik.com, tarian Dolalak biasanya terdiri dari 10 penari berlenggak-lenggok di atas panggung. Sekali main dalam satu pentas, rata-rata penari memainkan hingga 25 jenis tarian dengan durasi sekitar 5 jam.
Tarian Dolalak saat ini sudah berkembang pesat bahkan sudah menjadi ciri khasnya Kabupaten Purworejo. Dolalak semakin populer di kalangan generasi muda. Hal ini tidak luput dari peran Pemerintah Daerah Purworejo yang terus mengembangkan dan melestarikan kesenian asli daerah Purworejo ini. Bahkan di setiap acara-acara baik itu acara hajatan sampai dengan tingkat nasional kesenian Dolalak selalu tampil sebagai suatu kesenian yang unik khas Kabupaten Purworejo.
Hal inilah yang mendorong Dolalak tetap lestari. Kesenian Dolalak selalu ditampilkan dalam beberapa peringatan-peringatan salah satunya yaitu Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, pertunjukkan budaya antar daerah, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu Dolalak perlu dipatenkan sebagai kesenian asli Indonesia pada umumnya dan menjadi kesenian asli daerah Kabupaten Purworejo pada khususnya. Hal ini bertujuan agar Dolalak tidak diklaim sebagai milik perseorangan, daerah, atau bahkan bangsa lain.

Komentar
Posting Komentar